Jumat, 25 Agustus 2017

ASUS Perkenalkan X299 Motherboard Terbaru



Menyambut kelahiran prosesor baru Intel, ASUS, salah satu produsen motherboard ternama, memperkenalkan produk baru mereka. Motherboard baru ini mengusung chipset Intel X299 dan soket LGA2066, dan ASUS pun telah menyiapkan beberapa tipe motherboard baru mereka untuk X299 ini, dari lini ROG, TUF, dan Prime. Hari ini, ASUS mengundang media di Computex 2017 untuk bekenalan dengan jajaran motherboard X299 baru mereka.


ROG Series

Terdapat dua motherboard yang diperkenalkan oleh ASUS untuk ROG Series mereka di sesi workshop, yaitu STRIX X299-E Gaming dan Rampage VI Apex. Keduanya mendukung prosesor Intel X Series yang baru saja dirilis beberapa jam lalu. STRIX X299-E Gaming lebih ditujukan sebagai produk ROG dengan harga yang terjangkau, sementara Rampage VI Apex diposisikan sebagai penghuni kelas yang lebih tinggi.


STRIX X299-E Gaming hadir dengan skema warna hitam dan mengusung 8x DIMM DDR4 dan 3x PCIe 3.0 x16. Rampage VI Apex, yang merupakan motherboard “APEX” kedua Asus, mengusung hanya 4x DIMM DDR4 untuk optimasi overclocking DDR4. Motherboard ini hadir dengan 4x PCIe 3.0 x16.

Berbagai fitur unggulan disertakan ASUS untuk lini ROG Series ini, termasuk Sonic Studio III untuk mempermudah pengguna VR dalam hal audio, AURA Sync dengan Addressable RGB Header, ROG M.2 Cooling, serta dukungan untuk AURA SDK. Ada juga fitur VROC, Virtual RAID on CPU, untuk memungkinkan pengguna membangun RAID 0/1/5 dengan Intel SSD PCIe. Khusus untuk Rampage VI Apex, motherboard ini juga mendukung DIMM.2 untuk M.2 SSD.

Prime & TUF Series

Beralih ke lini Prime dan TUF. Sebagai andalan di Prime Series, ASUS sudah memiliki X299-Deluxe dan X299-A, yang menawarkan fitur-fitur yang lebih sederhana untuk LGA2066. Sementara untuk TUF Series, terdapat TUF X299 Mark I dan Mark II.


Prime Series, walaupun diposisikan untuk kelas terendah, tetap mengusung fitur yang menarik, seperti M.2 Cooling, fitur VROC, serta LiveDash OLED. LiveDash OLED sendiri merupakan fitur yang bisa menampilkan berbagai informasi terkait status operasional perangkat, seperti suhu, di panel OLED kecil di antara soket CPU dan slot PCIe. Pengguna bisa mengatur informasi apa, atau gambar apa, yang muncul di layar itu dari aplikasi.

Sementara untuk TUF Series, ASUS punya fitur pendukung durabilitas baru, yaitu TUF VGA Holder. Sesuai namanya, VGA Holder berfungsi untuk menahan bobot graphics card yang berat. ASUS mengklaim perangkat ini bisa menahan beban hingga 15 kg, yang tentunya sangat mencukupi untuk graphics card masa kini.


Motherboard TUF Series juga dibekali dengan TUF Detective 2, dongle khusus yang bisa mengirimkan informasi ke gadget, termasuk POST Code, parameter operasi, dan beberapa hal lain. Fitur yang juga tersedia dari TUF Detective 2 ini adalah melakukan remote shot down dari gadget. Seperti produk X299 lain ASUS, kedua motherboard TUF X299 ini juga menawarkan dukungan untuk VROC. Hal yang membedakan TUF X299 Mark I dan Mark II adalah Mark II tidak dilengkapi dengan “armor” khas TUF.

ROG Rampage VI Extreme di ROG Press Event

ASUS ROG Rampage VI Extreme

ASUS ternyata masih menyimpan satu motherboard ROG Series lain untuk X299. Motherboard itu menampakkan diri di ROG Press Event yang digelar setelah workshop untuk media. Motherboard tersebut adalah ROG Rampage VI Extreme, dan inilah yang menempati kasta tertinggi di jajaran produk baru ASUS untuk Intel X299. ROG Rampage VI Extreme ini menawarkan 8x DIMM DDR4, 4x PCIe x16, dan 2x DIMM.2.

VROC dengan Hyper M.2 x16

Fitur baru yang hadir bersama Intel X Series terbaru adalah VROC, Virtual RAID on CPU, yang memungkinkan RAID SSD Intel PCIe, sehingga bisa menawarkan performa yang sangat tinggi. VROC ini memungkinkan RAID 0, 1, dan 5, tetapi membutuhkan key khusus untuk mode RAID di luar RAID 0. Oleh karena itu, di motherboard X299 ASUS terdapat header khusus untuk VROC.

ASUS - Hyper M.2



Untuk beberapa tipe motherboard X299 mereka, ASUS juga menyediakan Hyper M.2 x16 card, yang memungkinkan 4x SSD M.2 dijalankan bersama di standar PCIe 3.0 x16. Hyper M.2 x16 ini juga kompatibel dengan VROC. Namun, untuk VROC, SSD M.2 yang digunakan seluruhnya harus dari Intel.

Overclocking di X299

Seperti platform HEDT Intel sebelumnya, X299 dengan Kaby Lake X dan Skylake X juga mendukung overclocking. ASUS pun telah melengkapi motherboard mereka dengan dukungan fitur overclocking yang baik, untuk prosesor maupun RAM. ASUS pun secara sederhana menampilkan demo overclocking di acara workshop media, dengan menampilkan overclocking Core i7-7900X ke 4.3 GHz.

Kamis, 24 Agustus 2017

Nvidia Geforce GTX 1080 TI Resmi Dirilis




Sebelumnya, NVIDIA secara resmi mengumumkan GTX 1080 Ti hari ini pada saat Game Developers Conference (GDC) 2017 di San Francisco. Senior Vice President GPU Engineering John Alben mengungkapkan arsitektur dan performa dari flagship terbaru mereka yang di klaim lebih kencang 35 persen dibanding GTX 1080.

NVIDIA GeForce GTX 1080 Ti telah tersedia hari ini, jika kalian sultan mungkin sudah langsung meminang VGA ini. Nah, hasil benchmark GTX 1080 Ti telah bocor kepublik. Dilansir dari 3DNews, mereka melakukan benchmark di banyak game seperti GTA V, Battlefield 1, Doom, dan masih banyak lainnya.



Seperti yang terlihat diatas, performa GTX 1080 Ti jelas diatas Titan X. GTX 1080 Ti menggunakan memory GDDR5X 11GB dengan memory interface 352-bit. GTX 1080 Ti hadir dengan 12 miliar transistor dan juga memiliki 3584 CUDA Core. Memory VRAM 11GB juga dibekali dengan stock core clock 1583 MHz, CEO Nvidia Jen-Hsun Huang juga mengklaim GPU tersebut bisa di overclock hingga mendekati 2000 MHz dan suhu tetap terjaga pada 66 derajat celcius.

Nvidia merilis GTX 1080 Ti pada 6 maret lalu dengan harga USD 699 atau sekitar IDR 9.300.000, sementara untuk versi GTX 1080 mengalami penurunan harga dan dijual dengan harga USD 499 atau sekitar IDR 6.600.000. Apakah kalian para sultan tertarik meminang GTX 1080 Ti?



Akhirnya! Intel Core i9 Series Resmi Diumumkan!





Intel akhirnya mengeluarkan seri jagoan dari Chipset mereka yang diberi nama Intel Core i9 Extreme dengan harga US$ 1999 sekitar RP 26jutaan lebih. Prosesor ini adalah yang pertama menggunakan 18 core dan 36 Thread.

Untuk seri paling murah, keluarga Core X dimulai dengan Core i5-7640X. Prosesor ini dilego seharga US$242 atau sekitar Rp 3,2 juta yang menawarkan 4 inti dan 4 thread.

Selanjutnya ada Core i7 X-Series, yang ditawarkan mulai dari cip berinti 8 dengan 16-thread, hingga seharga US$599 (sekitar Rp8 juta).

Sementara untuk Core i9, Intel menawarkan empat model. Namun, keempat model ini tidak termasuk i9 Extreme yang telah isebutkan sebelumnya. Empat tipe ini mulai dari harga US$999 (sekitar (Rp13 juta) untuk 10-inti/ 16-thread. Seri tertingginya dilego US$1.699 atau setara Rp22,6 juta untuk 16-core/ 32-thread chip.

Seluruh prosesor desktop Core X baru ini dirancang untuk berjalan diatas chipset motherboard Intel X299. Chipset ini akan keluar pada produk-produk partner dalam beberapa minggu ke depan bersamaan dengan penjualan prosesor ini ke pasar.

Bicara soal arsitektur, semua chipset Core X ini dibangun berdasarkan versi teranyar Intel Skylake X. Sementara dua tipe terbawah jajaran prosesor ini dibangun dengan arsitektur Kaby Lake X. Keduanya adalah prosesor dengan empat inti; i5-7640X dan i7-7740X.

Teknologi Turbo Boost juga diperbarui oleh Intel dengan Turbo Boost Max 3.0. Lagi-lagi, pembaruan ini hanya dilakukan di sebagian model prosesor Core X saja. Intel menekankan bahwa tambahan inti pada model Core X tertentu akan meningkatkan performa multitasking.

Sementara teknologi Turbo Boost Max 3.0 memastikan tiap inti bisa mencapai performa yang telah ditingkatkan itu. Sebagai catatan, Intel mengklaim bahwa seri Core X ini 10 persen lebih cepat pada performa multithread dibanding generasi sebelumnya. Prosesor seri ini juga 15 persen lebih cepat pada thread tunggal.

Selain mengumumkan prosesor high-end Core X, Intel juga memberi beberapa pembaruan soal jajaran prosesor mainstream generasi ke delapan yang akan datang. Rumornya, chipset ini akan dinamakan Coffee Lake.

Sebelumnya, prosesor ini dijanjikan punya peningkatan performa sebesar 15 persen ketimbang seri generasi ke delapan Kaby Lake. Namun kemarin Intel mengumumkan bahwa peningkatan performanya malah lebih besar, hingga 30 persen lebih baik dari Kaby Lake. Masih belum jelas kapan cip Coffee Lake ini akan muncul di pasaran.